Kadis Asman Genjot Produktivitas Pertanian di Bone Gandeng POC dari Trubus yang Dikerjasamakan Mandraguna




TRENDSULSEL--Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh Kadis Asman dengan menggunakan pupuk organik cair POC dari Trubus yang dikerjasamakan dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia.

Sebagai daerah percontohan pemanfaatan POC Trubus yang dikerjasamakan dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia akan digunakan oleh kelompok tani di Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.

Di sela-sela pertemuan acara Tanam Perdana Padi Program Gernas sebagai antisipasi dampak perubahan iklim ekstrem El Nino, Kadis Asman sarasehan bersama petani.

Kadis Asman menyampaikan, petani harus serius menggarap sawah dan kebun supaya bisa menghasilkan hasil pertanian yang melimpah.

Bukan hanya itu, upaya peningkatan hasil pertanian, kata Kadis Asman yang juga adik kandung Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, hasil pertanian tidak lepas dari peran penting penyuluh pertanian.

"Di Ponre-ponre tidak ada tambang emas yang ada tambang jagung dan tambang padi," kata Kadis Asman, Kamis (30/11/2023).

"Kelompok tani harus satu pintu dengan penyuluh, bersama kepala desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas," sambungnya.

Kadis Asman berharap, 5 hektare lokasi percontohan penggunaan POC Trubus yang dikerjasamakan dengan PT Mandraguna Pusaka bisa meningkatkan hasil produksi pertanian.

"Semoga 1 hektare bisa menghasilkan 10 ton," harap Kadis Asman.

Sementara itu, Direktur Marketing Trubus, Rudi Paeru mengungkapkan, pihaknya hadir untuk menyelesaikan dalam permasalahan tanah pertanian yang sudah banyak menggunakan pupuk kimia.

Olehnya itu, dengan penggunaan pupuk organik cair lebih ramah lingkungan serta hasil pertanian baik untuk kesehatan.

"POC yang kami bawa ini bukan berasal dari kotoran ternak, tetapi lemak hewan. Baik untuk tanaman. Kami bisa memproduksi sampai 500 ribu liter per bulan," sebut Rudi.

"Kami bukan hanya produktifitas, tetapi kami mengejar kualitas beras yang dihasilkan. Jadi nanti berasnya lebih putih," lanjutnya.

Padi hasil penggunaan POC Trubus yang dikerjasamakan dengan Mandraguna akan lebih rendah gula saat dikonsumsi. Bahkan penggunaannya mengurangi pemakaian pupuk kimia 70 persen.

Rudi menuturkan, 1 hektare cukup memakai 30 hingga 35 jeriken. Dimana 1 jeriken berisi 5 liter POC.

Adapun Owner PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Muhammad Riyan menyampaikan, penggunaan POC ini nantinya akan memperbesar dan memperbanyak bulir padi.

"Penyemprotannya dilaksanakan sesuai fase pertumbuhan sesuai prosedur misalnya hari ke 7, lalu hari 14 untuk anakan, hari 30 pertumbuhan, hari 45 pembesaran, dan hari 60 pengisian bulir," papar Riyan.

Dengan penggunaan POC, kata Riyan, maka beras yang dihasilkan kadar residunya rendah atau kadar gula rendah. (*)
Lebih baru Lebih lama