Tindak Lanjuti Kelangkaan Pupuk, Kadis Asman Bakal Gelar Monev Dengan Pengecer Pupuk Di Bone




Kadis TPHP Bone Andi Asman Sulaiman

TRENDSULSEL--BONE--Menindak Lanjuti Arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. Pada Kunjungan Kerjanya Di Bone yang menjawab keresahan petani akibat pupuk langka. Kadis TPHP Bone H. Andi Asman Sulaiman bakal mengumpulkan pengecer pupuk di bone. 

Pasalnya, Mentan RI pada kunjungan kerjanya di Desa Mapesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone beberapa waktu lalu menginstruksikan langsung kepada jajarannya yang turut hadir pendampingnya agar tidak mempersulit petani dalam mendapatkan pupuk. cukup pakai KTP. Iyapun menyebut, pengecer pupuk jangan pernah berani bermain dalam mendistribusikan pupuk jika izinnya tidak ingin dicabut. 

"Jika ada berani bermain dalam mendistribusikan pupuk kepada petani siap-siap ijinnya akan saya cabut" Tegas Mentan RI pada kunjungan kerjanya si Di bone beberapa waktu lalu. 

Mentanpun menjelaskan, dirinya punya misi mulia meningkatkan produksi pangan di Indonesia. Menteri Amran menegaskan, dirinya ingin kembali swasembada pangan, seperti yang sudah dilakukan pada tahun 2017, 2019, dan 2020.

Hal tersebut memacu Kadis Asman untuk mengumpulkan seluruh pengencer pupuk melakukan monitoring dan evaluasi agar penyaluran pupuk tepat sasaran. 

Adik kandung Mentan RI itu akan menindak tegas para pengecer pupuk jika dalam pendistribusiannya di bone tidak sesuai. "Sesuai dengan arahan Mentan RI di Mapesangka beberapa waktu lalu, jika ada pengecer bermain, kami akan laporkan sehingga surat izinnya dicabut" selasa 23/01/2024.

Ia juga tidak menapik bahwa kelangkaan pupuk masih terjadi dimana-mana akibat imbas pandemi, kenaikan subsidi BBM serta perang rusia - ukraina yang merupakan pemasok dua jenis bahan baku pupuk NPK, yakni Fosfor (P) dan Kalium (K) terbesar didunia. 

Konflik Ukraina dan Rusia telah berdampak pada petani di Indonesia. 5 pabrik pupuk di Indonesia masih mengambil bahan baku dari kedua negara tersebut. Karena terjadinya perang, maka logistic (kapal) pengangkut bahan pupuk masih sangat terkendala. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor kelangkaan pupuk, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat petani saat ini.

"Mentan RI telah menyanggupi penyediaan pupuk pada 2024 dan akan melakukan pengontrolan agar tidak ada masalah dalam pelaksanaan di lapangan. serta pemerintah akan segera memastikan untuk menyelesaikan permasalahan pupuk yang banyak dikeluhkan para petani di Indonesia dan terkhusus di bone". 

"Tahun 2024, para petani sudah bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan anggaran yang jauh lebih layak dari tahun-tahun sebelumnya sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo" Kata Kadis Asman. 

Andi Asman Sulaiman pun berharap agar penggunaan pupuk bisa tepat sasaran. "kami harap agar penggunaan pupuk subsidi bisa di fokuskan bagi petani pengelola dan petani penggarap. saran bagi petani mandiri bisa menggunakan pupuk non subsidi agar pupuk subsidi bisa tepat sasaran" Harapnya. (*) 

Lebih baru Lebih lama